Surat Legalitas SHM Aman ( On Hand )

4 Keunggulan surat Tanah Hak Milik 
Hak Terkuat atas Tanah di Indonesia 
Berdasarkan UU Pokok Agraria, Sertifikat Hak Milik atau SHM adalah bukti kepemilikan tanah yang menempati kasta tertinggi di mata hukum dan memiliki manfaat paling besar bagi pemiliknya. Ini 4 Keunggulannya.

Punya rumah sendiri memang impian banyak orang, bikin hidup jadi lebih nyaman dan tenang. Akan tetapi, punya saja juga belum tentu bikin tenang jika surat tanahnya belum berupa SHM atau Sertifikat Hak Milik.

Mengapa demikian? Karena SHM atau Sertifikat Hak Milik bisa dibilang sebagai dokumen kepemilikan tanah atau rumah yang menduduki kasta tertinggi dan paling kuat dari sisi hukum. Jadi, ketika Anda hendak membeli rumah atau sebidang tanah, penting untuk mengetahui status sertifikat tanahnya.

Tidak hanya itu, jika status tanahnya masih belum memiliki Sertifikat Hak Milik atau SHM, segera urus sertifikat tanahnya. Maka, dalam artikel ini akan dibahas lengkap tentang SHM sampai keunggulannya:

  1. Pengertian Sertifikat Hak Milik atau SHM
  2. Keunggulan Sertifikat Hak Milik atau SHM
  3. Cara Membuat Sertifikat Hak Milik atau SHM
    1. Tanah Warisan atau Girik yang Belum Disahkan dan Dibuktikan dengan Sertifikat Hak Milik
    2. Tanah Sertifikat Hak Guna Bangunan
    3. Mengajukan Permohonan Sertifikat
  4. Biaya AJB ke SHM
    1. Biaya Pengukuran Tanah
    2. Biaya Pembuatan SHM

Lantas, bagaimana penjabaran lengkap dari poin-poin tersebut? Simak ulasannya berikut ini.

1. Pengertian Sertifikat Hak Milik atau SHM

Hak atas tanah ini memerikan wewenang untuk mempergunakan tanah yang bersangkutan, juga bumi, air, dan ruang yang berada di atasnya.

Hak atas tanah ini merupakan bukti kewenangan untuk mempergunakan tanah yang bersangkutan, mencakup bumi, air, dan ruang yang berada di atasnya.

Menurut peraturan perundang-undangan yang mengatur masalah pertanahan di Indonesia, yaitu Undang-Undang Pokok Agraria atau disingkat UUPA, ada beragam status hak atas tanah. Nah, hak atas tanah inilah yang bisa digunakan oleh seseorang untuk mempergunakan tanah yang bersangkutan, meliputi bumi, air, dan ruang yang berada di atasnya.

Pasal 16 UUPA memberikan penjabaran, bahwa hak atas tanah dapat dibedakan menjadi; hak milik, hak guna usaha, hak guna bangunan, hak pakai, hak sewa, hak gadai, hak usaha bagi hasil, hak membuka tanah, dan hak lain yang akan ditetapkan dengan undang-undang.

Hak atas tanah ini dapat diberikan dan dimiliki oleh orang, baik perseorangan, orang lain, ataupun badan hukum. Meski semua hak atas tanah memberikan kewenangan bagi pemegangnya untuk menggunakan tanah yang tercantum dalam sertifikat, tapi masing-masing hak memiliki ciri khusus. Tujuan penggunaan tanah dan batas waktu penggunaan tanah pun berbeda-beda antara yang satu dengan yang lain.

2. Keunggulan Sertifikat Hak Milik atau SHM

Dilihat dari keleluasaan dalam penggunaannya, semua hak atas tanah yang ada, hak milik yang dibuktikan dengan Sertifikat Hak Milik atau SHM menempati kasta tertinggi dan memiliki manfaat paling besar bagi pemiliknya.

Mengapa demikian? Seperti tercantum dalam Pasal 20 UUPA, hak milik atas tanah adalah hak turun-temurun, terkuat dan terpenuh yang dapat dipunyai orang atas tanah. Berikut ini adalah sejumlah keunggulan Sertifikat Hak Milik atau SHM yang harus Anda ketahui.

  1. Jangka waktu tidak terbatas, berlangsung terus selama pemiliknya masih hidup.
  2. Dapat diwariskan dari generasi ke generasi sesuai hukum yang berlaku.
  3. Hak penggunaannya berlaku seumur hidup, tidak seperti Hak Guna Bangunan atau Usaha yang maksimal 60 tahun.
  4. Sebagai aset. Dapat dijual, digadaikan, menjadi jaminan bank, disewakan, hingga diwakafkan.

Di gambar berikut ini adalah surat sertfikat asli yang sudah pecah dari Notaris dan BPN Legal atas lahan sendiri 
Kalau surat sudah legal saatnya beli Property sekarang 
Sumber : Rumah.com 

Scroll to Top